Para ahli menjelaskan bahwa wujud alien sangat bergantung pada lingkungan planet tempat mereka hidup. Jika sebuah planet memiliki gravitasi yang lebih besar dari Bumi, makhluk hidup di sana kemungkinan akan bertubuh lebih pendek, kuat, dan kekar agar bisa bertahan.
Sebaliknya, jika atmosfer planet sangat tebal, alien mungkin mampu terbang atau melayang dengan lebih mudah. Sementara di planet yang memiliki radiasi tinggi, mereka diperkirakan hidup di bawah permukaan tanah untuk melindungi diri dari paparan radiasi.
Beberapa ilmuwan juga memperkirakan alien bisa memiliki tubuh yang menyerupai jamur atau organisme sederhana yang hidup di bawah tanah. Bahkan, jika mereka tinggal di planet dengan sinar ultraviolet yang sangat kuat, tubuh mereka mungkin dapat memancarkan cahaya merah, hijau, atau biru sebagai bentuk perlindungan alami.
Meski begitu, kemungkinan terbesar menurut para peneliti adalah kehidupan alien masih berupa mikroorganisme atau makhluk bersel satu. Alasannya, kehidupan sederhana jauh lebih mudah terbentuk dibandingkan makhluk kompleks seperti manusia.
Kalaupun ada alien yang telah berkembang menjadi makhluk multisel, para ilmuwan menilai mereka tetap tidak akan terlihat seperti manusia. Namun, mereka mungkin memiliki beberapa bagian tubuh yang mirip, seperti mata untuk melihat atau anggota tubuh untuk bergerak. Kemiripan itu bukan karena berasal dari nenek moyang yang sama, melainkan karena kebutuhan hidup yang serupa.
Ada juga dugaan bahwa bentuk alien yang lebih kompleks bisa menyerupai gurita dengan tentakel yang memiliki fungsi berbeda-beda. Sementara klaim bahwa alien hidup menyamar di tengah manusia hingga saat ini belum memiliki bukti ilmiah yang dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga sekarang, keberadaan kehidupan di luar Bumi masih terus diteliti. Para ilmuwan berharap suatu hari nanti dapat menemukan bukti nyata, meski kemungkinan besar bentuknya bukan seperti alien yang selama ini digambarkan dalam film.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar