Search

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Januari 2026

Bosco Verticale: Hutan Vertikal di Tengah Kota Milan

 

Di tengah padatnya Kota Milan, Italia, berdiri dua menara hunian yang tampak seperti hutan yang menjulang ke langit. Bangunan ini dikenal dengan nama Bosco Verticale, yang berarti Hutan Vertikal—sebuah konsep arsitektur revolusioner yang menggabungkan alam dan kehidupan urban dalam satu ruang.

Bosco Verticale selesai dibangun pada tahun 2014 dan dirancang oleh arsitek ternama Italia, Stefano Boeri. Alih-alih dinding beton dan kaca polos, fasad kedua menara ini dipenuhi ribuan pohon, semak, dan tanaman hijau yang tumbuh di setiap balkon. Tanaman-tanaman tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan bagian penting dari desain bangunan.

Secara keseluruhan, Bosco Verticale menampung lebih dari 900 pohon, 5.000 semak, dan 11.000 tanaman lainnya—jumlah yang setara dengan sebuah hutan seluas beberapa hektare jika ditanam di tanah. Vegetasi ini membantu menyaring polusi udara, mengurangi kebisingan kota, serta menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk bagi para penghuninya.

Selain manfaat lingkungan, hutan vertikal ini juga mengubah cara kita memandang hunian modern. Setiap apartemen memiliki balkon yang ditumbuhi tanaman besar, memberi privasi alami, keteduhan dari sinar matahari, dan pemandangan hijau yang terus berubah mengikuti musim.

Bosco Verticale bukan hanya bangunan tempat tinggal, melainkan simbol masa depan arsitektur perkotaan—di mana kota tidak harus mengorbankan alam, dan alam bisa hidup berdampingan dengan gedung pencakar langit.

Hutan kini tak hanya tumbuh di tanah, tetapi juga menjulang ke atas, di jantung kota Milan 🌿🏙️

Minum Cognac di Bandara: Insiden Unik di Bandara Beijing Tahun 2015

 



Pada Agustus 2015, sebuah kejadian tidak biasa terjadi di Bandara Internasional Beijing Capital. Insiden ini menjadi contoh unik tentang dampak tak terduga dari aturan keamanan bandara, khususnya terkait pembatasan cairan dalam bagasi kabin.

Seorang penumpang perempuan berusia sekitar 40-an tahun, yang diidentifikasi bermarga Zhao (atau Zhou dalam beberapa laporan), sedang transit di Beijing. Ia baru tiba dari Amerika Serikat dan akan melanjutkan penerbangan domestik menuju Wenzhou.

Saat melewati pemeriksaan keamanan, petugas bandara memberitahunya bahwa ia tidak diizinkan membawa botol Rémy Martin XO Excellence berukuran 700 ml ke dalam kabin pesawat. Botol tersebut jauh melebihi batas maksimal cairan yang diperbolehkan, yaitu 100 ml.

Cognac tersebut bernilai sekitar 200 dolar AS, dan penumpang itu enggan meninggalkannya atau membiarkannya terbuang sia-sia. Dalam keputusan yang cukup nekat, ia pergi ke sudut area bandara dan meminum seluruh isi botol tersebut sendirian.

Dengan kadar alkohol sekitar 40 persen, efeknya pun cepat terasa. Tak lama kemudian, ia ditemukan di area gerbang keberangkatan dalam kondisi tidak stabil—berteriak, bertingkah aneh, hingga akhirnya terjatuh ke lantai.

Melihat kondisinya yang sangat mabuk, kapten pesawat memutuskan bahwa penumpang tersebut tidak layak untuk terbang, demi keselamatan dirinya sendiri maupun penumpang lain. Polisi bandara kemudian membawanya menggunakan kursi roda ke area istirahat, di mana ia berada di bawah pengawasan medis selama beberapa jam.

Pada malam hari, setelah sadar sepenuhnya, perempuan tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada petugas atas bantuan dan perawatan yang diberikan. Ia kemudian dijemput dan dipulangkan oleh anggota keluarganya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa aturan keamanan bandara, meskipun terkadang terasa merepotkan, dibuat demi keselamatan bersama—dan bahwa keputusan impulsif bisa berujung pada konsekuensi yang tak terduga.



Tsutomu Yamaguchi: Pria yang Selamat dari Dua Bom Atom



Pada 6 Agustus 1945, Tsutomu Yamaguchi sedang berada di Hiroshima dalam perjalanan dinas pekerjaannya. Pagi itu berubah menjadi mimpi buruk ketika bom atom dijatuhkan dan meledak hanya sekitar 3 kilometer dari tempat ia berada.

Ledakan tersebut menyebabkan Yamaguchi mengalami luka bakar parah, kebutaan sementara, serta gendang telinga yang pecah. Banyak orang tidak selamat pada hari itu, tetapi Yamaguchi berhasil bertahan hidup—meski dalam kondisi terluka dan trauma berat.

Dengan tubuh masih diperban dan belum pulih sepenuhnya, ia memutuskan kembali ke rumahnya di Nagasaki. Namun, takdir seolah belum selesai mengujinya.

Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, Yamaguchi sedang menjelaskan kepada atasannya tentang dahsyatnya ledakan di Hiroshima. Tepat pada pukul 11.02, sejarah kembali terulang. Bom atom kedua meledak di Nagasaki.

Sekali lagi, Yamaguchi selamat. Kali ini, nyawanya tertolong karena berada di dalam bangunan beton yang melindunginya dari dampak langsung ledakan. Lebih dari itu, istri dan bayi laki-lakinya juga selamat dari serangan tersebut.

Puluhan tahun kemudian, pemerintah Jepang secara resmi mengakui Tsutomu Yamaguchi sebagai satu-satunya orang yang dikonfirmasi selamat dari dua ledakan bom atom.

Sepanjang hidupnya, ia harus menanggung berbagai penyakit akibat radiasi. Namun, Yamaguchi memilih untuk bersuara. Ia berbicara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebut senjata nuklir sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Tsutomu Yamaguchi tidak “mengalahkan” bom atom. Ia hidup dengan dampaknya—selama 93 tahun. Kisahnya menjadi pengingat nyata tentang penderitaan manusia akibat perang dan bahaya senjata nuklir bagi masa depan umat manusia.



Lawn Chair Larry: Pria yang Terbang dengan Kursi Taman dan Balon Helium



Larry Walters, yang kemudian dikenal dengan julukan “Lawn Chair Larry”, sejak kecil bermimpi menjadi seorang pilot. Namun, impian itu harus kandas karena penglihatannya yang buruk membuatnya tidak memenuhi syarat untuk menerbangkan pesawat.

Alih-alih menyerah, Larry justru memilih cara yang tidak biasa untuk “terbang”.

Pada tahun 1982, ia memutuskan untuk mengikatkan puluhan balon helium ke sebuah kursi taman dan mengudara sendiri. Rencananya sederhana: terbang santai di ketinggian sekitar 9 meter (30 kaki), lalu mendarat dengan aman.

Untuk mewujudkan idenya, Larry mengisi 42 balon cuaca dengan helium dan mengikatkannya ke kursinya. Sayangnya, ia tidak melakukan perhitungan apa pun tentang jumlah helium yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian yang diinginkan.

Berbekal sebuah sandwich, enam kaleng bir, dan senapan angin, Larry memotong tali pengikat dan langsung terangkat ke udara. Namun, bukannya naik perlahan, ia justru melesat jauh melampaui rencana—hingga sekitar 4.800 meter, atau lebih dari tiga mil di atas tanah.

Larry berharap angin akan membawanya ke arah timur, tetapi kenyataannya ia justru terdorong ke barat dan masuk ke wilayah lalu lintas udara bandara. Selama terbang, ia diliputi ketakutan. Ia khawatir jika satu balon saja pecah, keseimbangannya terganggu dan ia bisa terjatuh dari kursi.

Akhirnya, Larry sadar bahwa ia harus turun. Dengan hati-hati, ia menembaki beberapa balon menggunakan senapan angin. Namun, di tengah upaya itu, senapannya justru terlepas dan jatuh ke bawah.

Meski begitu, ia berhasil mengurangi cukup banyak balon hingga perlahan-lahan turun. Larry akhirnya mendarat di kabel listrik, menyebabkan pemadaman listrik kecil di sekitar area tersebut. Beruntung, ia sendiri tidak mengalami luka apa pun.

Setelah kejadian itu, Larry didenda sebesar 4.500 dolar AS karena dianggap mengoperasikan pesawat tanpa izin di wilayah lalu lintas udara bandara. Namun, ia membela diri dengan argumen sederhana: kursi taman bukanlah pesawat.

Pengadilan pun setuju, dan denda tersebut akhirnya dibatalkan.

Kisah Lawn Chair Larry menjadi legenda unik dalam sejarah penerbangan—sebuah cerita tentang mimpi, keberanian, dan ide nekat yang hampir berakhir menjadi bencana.



Mike Meaney: Pria yang Dikubur Hidup-Hidup Selama 61 Hari dan Lupa Memberi Tahu Istrinya



Mike Meaney berhasil bertahan hidup selama 61 hari dalam keadaan dikubur hidup-hidup. Namun, bagian paling menegangkan dari aksinya bukanlah kekurangan oksigen atau rasa kesepian di dalam tanah. Justru hal paling menakutkan adalah satu hal sederhana: ia lupa memberi tahu istrinya.

Kisah ini terjadi pada tahun 1968 di London. Saat itu, Mike Meaney bekerja sebagai seorang bartender. Ia memiliki ambisi besar: memecahkan rekor dunia dengan cara dikubur hidup-hidup selama mungkin.

Aksi ini sama sekali bukan keputusan spontan. Persiapannya sangat matang. Sebuah peti mati khusus dibuat untuknya, lengkap dengan sistem ventilasi udara dan alat buzzer dua arah agar ia bisa berkomunikasi dengan orang di atas tanah.

Ribuan orang berkumpul di sebuah halaman rumah di daerah Kilburn untuk menyaksikan Mike diturunkan ke dalam tanah sedalam sekitar dua meter. Dari dalam “kuburnya”, Mike tetap bisa makan melalui pipa makanan, berbincang dengan wartawan, bahkan menyanyi untuk menghibur para penonton.

Sementara itu, di tempat lain, istrinya, Alice, sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia hanya heran karena suaminya menghilang tanpa kabar.

Kebenaran terungkap bukan dari Mike, melainkan dari seorang wartawan yang datang ke rumah Alice dan bertanya,
“Apa pendapat Anda tentang suami Anda yang sedang dikubur hidup-hidup?”

Terkejut dan marah, Alice langsung pergi ke lokasi. Setibanya di sana, ia berteriak melalui pipa ventilasi ke arah peti mati suaminya,
“Kamu bodoh, Mike! Dari dulu kamu memang selalu bodoh!”

Meski demikian, Mike tetap melanjutkan aksinya hingga akhir. Ia bertahan penuh selama 61 hari di bawah tanah dan akhirnya berhasil mencetak rekor dunia.

Kisah Mike Meaney menjadi salah satu aksi paling ekstrem dan aneh dalam sejarah pemecahan rekor—sebuah perpaduan antara keberanian, kegilaan, dan kesalahan komunikasi yang nyaris berujung petaka.

Menyelidiki Misteri Romawi Kuno yang Belum Terpecahkan

Walaupun banyak catatan sejarah tentang Romawi Kuno telah ditemukan, masih ada berbagai hal yang sampai sekarang tetap menjadi misteri. Bahkan dalam peradaban besar yang memiliki tulisan dan dokumen, tidak semua pertanyaan bisa dijawab dengan pasti.

Kekaisaran Romawi adalah salah satu contohnya. Dari asal-usul kota Roma hingga teknologi bangunannya, masih banyak hal yang terus diteliti oleh para sejarawan dan arkeolog.

Asal-usul Kota Roma: Fakta atau Mitos?

Salah satu misteri terbesar adalah bagaimana Kota Roma sebenarnya didirikan. Cerita yang paling terkenal adalah mitos Romulus dan Remus. Menurut legenda, Roma didirikan oleh Romulus sekitar tahun 750 SM setelah ia membunuh saudara kembarnya, Remus.

Namun, para ahli sejarah percaya bahwa kisah ini lebih bersifat mitologis. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa wilayah Roma sudah dihuni sejak sekitar 5000 SM. Letaknya sangat strategis karena cocok untuk pertanian, perdagangan, dan pertahanan.

Diperkirakan, pada awalnya beberapa kelompok masyarakat yang tinggal di perbukitan Roma membentuk aliansi. Seiring waktu, aliansi ini berkembang menjadi pemerintahan yang lebih terpusat. Apakah Romulus benar-benar tokoh nyata atau hanya simbol dari pemimpin awal Roma, kemungkinan besar tidak akan pernah diketahui secara pasti.

Misteri Hilangnya Legiun Kesembilan

Legio IX Hispania adalah salah satu legiun Romawi paling terkenal, bukan karena kejayaannya, tetapi karena nasib akhirnya yang tidak jelas. Legiun ini ikut serta dalam penaklukan wilayah Hispania (Spanyol modern) dan berbagai peperangan di Germania.

Pada tahun 43 M, Legio IX turut serta dalam invasi Romawi ke Britania di bawah Kaisar Claudius. Catatan terakhir tentang legiun ini ditemukan di York sekitar tahun 108 M. Setelah itu, tidak ada lagi bukti jelas mengenai keberadaan mereka.

Karena tidak tercantum dalam daftar legiun Romawi setelah tahun 197 M, banyak yang menduga legiun ini dihancurkan dalam pertempuran. Namun, temuan prasasti kecil di wilayah lain menimbulkan dugaan bahwa mereka mungkin musnah di tempat lain, bukan di Britania. Hingga kini, nasib Legiun Kesembilan tetap menjadi teka-teki.

Mithraisme: Agama Rahasia di Romawi Kuno

Mithraisme adalah agama misterius yang berkembang pada masa Romawi Kuno, hampir bersamaan dengan munculnya agama Kristen. Agama ini sangat tertutup dan hanya dipraktikkan oleh kelompok tertentu, sehingga hampir tidak meninggalkan catatan tertulis.

Informasi tentang Mithraisme hanya berasal dari patung, relief, dan catatan singkat dari pihak luar. Banyak ahli juga percaya bahwa Mithraisme tidak berkaitan langsung dengan agama Persia meskipun memiliki nama yang mirip.

Karena ajarannya bersifat rahasia dan tidak terbuka untuk umum, Mithraisme kalah bersaing dengan agama Kristen yang lebih mudah diterima masyarakat luas. Setelah Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi pada abad ke-4 M, Mithraisme perlahan menghilang tanpa jejak yang jelas.

Rahasia Kekuatan Beton Romawi

Bangunan Romawi terkenal sangat kuat dan tahan lama, bahkan hingga ribuan tahun. Salah satu contohnya adalah Pantheon di Roma yang dibangun sekitar tahun 125 M dan masih berdiri kokoh hingga kini.

Para ilmuwan menemukan bahwa beton Romawi dibuat dari campuran abu vulkanik dan kapur tohor dengan teknik pencampuran panas tertentu. Campuran ini menghasilkan beton yang jauh lebih tahan lama dibandingkan beton modern.

Meskipun sudah ada beberapa penemuan tentang prosesnya, rahasia lengkap teknologi beton Romawi masih terus diteliti hingga sekarang.


Sejarah Romawi Kuno selalu menarik untuk dipelajari, terutama karena banyak misterinya yang belum terungkap. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa meskipun peradaban Romawi sangat maju, masih ada banyak rahasia yang tersimpan selama ribuan tahun.


Sumber : Nationalgeographic.co.id



Rabu, 31 Desember 2025

Wanita-Wanita Pezina Berdarah Asia yang Dihukum Mati di Batavia

 

Stadspoort, Batavia. Foto sekitar 1900-1910.

Hukuman Kejam bagi Perempuan Pezina di Batavia

Kasus perzinaan bukanlah hal baru di Batavia pada masa kolonial Belanda. Namun, perbuatan tersebut dianggap sebagai kejahatan berat yang melanggar moral, ketertiban, dan norma agama. Para pelakunya tidak dibiarkan bebas, melainkan dijatuhi hukuman yang sangat kejam dan mengerikan.


Pemerintah kolonial Belanda berupaya keras menciptakan citra Batavia sebagai kota yang tertib dan bermoral. Mereka ingin menghapus praktik gelandangan, kecabulan, dan perilaku yang dianggap menyimpang. Karena itu, siapa pun yang terbukti melakukan perzinaan—terutama perempuan—akan menerima hukuman berat sebagai contoh bagi warga lainnya.

Tragedi Sara, Gadis di Bawah Umur

Salah satu kisah paling tragis adalah nasib seorang gadis bernama Sara. Kisah ini dicatat oleh Zaenuddin HM dalam buku Kisah-Kisah Edan Seputar Djakarta Tempo Doeloe.


Sara adalah putri Jaques Speax, anggota Dewan Hindia Belanda. Ia merupakan anak hasil hubungan Speax dengan seorang perempuan Jepang. Ketika Speax dipanggil kembali ke Belanda, Sara dititipkan kepada Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, yang saat itu memimpin Batavia.

Sara, yang baru berusia 13 tahun, dipekerjakan sebagai salah satu dayang istri Coen, Eva. Namun, ia kemudian tertangkap basah sedang berzina dengan kekasihnya, Cottenhoeff, seorang perwira muda berusia 17 tahun, di rumah Coen sendiri.


Akibat peristiwa itu, Cottenhoeff dijatuhi hukuman pancung. Sementara Sara—yang masih di bawah umur—mengalami hukuman yang tak kalah kejam. Ia ditelanjangi dan dipertontonkan di depan umum di pintu masuk Balai Kota Batavia.


Coen murka atas perbuatan tersebut. Ia menolak memberikan pengampunan meskipun para pendeta memintanya untuk bersikap lebih lunak. Sara akhirnya diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.


Ironisnya, ketika Jaques Speax kelak menggantikan posisi Coen sebagai penguasa, ia menolak menghadiri kebaktian gereja bersama para hakim yang pernah mengadili dan mengeksekusi putrinya sendiri.


Minggu, 28 Desember 2025

Technologies that help humans complete their work

Here are examples of technologies that help humans complete their work ;



  1. Computers and Software – Used for data processing, document creation, and daily office tasks.

  2. Internet and Communication Technology – Enables fast communication through email, video calls, and messaging platforms.

  3. Smartphones and Mobile Applications – Help with communication, scheduling, navigation, and many daily tasks.

  4. Cloud Computing – Allows data storage, sharing, and collaboration from anywhere (e.g., Google Drive, Dropbox).

  5. Project Management Tools – Tools like Trello or Asana help organize tasks and teamwork.

  6. Artificial Intelligence (AI) – Assists in data analysis, automation, customer service, and decision-making.

  7. Automation and Robotics – Used in factories and industries to increase productivity and reduce manual labor.

  8. Digital Payment Systems – Make financial transactions faster and easier without cash.

  9. Video Conferencing Technology – Supports remote work and online meetings (e.g., Zoom, Microsoft Teams).

  10. Customer Relationship Management (CRM) Systems – Help businesses manage customer data and interactions.

  11. Virtual Reality (VR) and Augmented Reality (AR) – Used for training, education, and design simulations.

  12. GPS and Navigation Systems – Assist in transportation, delivery services, and travel planning.

  13. Healthcare Technology – Includes medical imaging, digital records, and smart medical devices.

  14. Educational Technology (EdTech) – Supports online learning through digital classrooms and learning platforms.

  15. Cybersecurity Technology – Protects data and systems from digital threats.

  16. Content Management Systems (CMS) – Help create and manage websites easily (e.g., WordPress).

  17. Data Analytics Tools – Help analyze large amounts of data for better decision-making.

  18. Machine Learning Technology – Enables systems to learn from data and improve performance over time.

  19. Internet of Things (IoT) – Connects devices to collect and share data automatically (e.g., smart sensors).

  20. Blockchain Technology – Provides secure and transparent digital transactions.

  21. Biometric Technology – Uses fingerprints or facial recognition for security and access control.

  22. Supply Chain Management Systems – Help track goods and manage logistics efficiently.

  23. Time Management Applications – Assist in scheduling tasks and managing productivity.

  24. Speech Recognition Technology – Converts spoken words into text for faster work.

  25. Translation Technology – Helps translate languages instantly for global communication.

  26. E-commerce Platforms – Enable online buying, selling, and business operations.

  27. Digital Marketing Tools – Help promote products and services online.

  28. Remote Desktop Technology – Allows users to access computers from different locations.

  29. Smart Manufacturing Technology – Improves production using automation and real-time monitoring.

  30. Environmental Monitoring Technology – Helps monitor air, water, and workplace safety conditions.

Technology keeps evolving, so new tools continue to make human work faster, safer, and more efficient 🚀.


By. @CYong Yong

Jumat, 28 November 2025

Deep within the vast, blue canvas of the Pacific Ocean

Deep within the vast, blue canvas of the Pacific Ocean, an individual life history spanning decades was recently brought into sharp focus by a set of remarkable photographs.


The story begins in 1985 off the coast of Nayarit, Mexico, where a humpback whale was initially photographed by the Research Group of Marine Mammals. Researchers identified the whale as CRC-10724, utilizing the unique patterns of scars, pigmentation, and the shape of its tail fluke, which serves as an individual "fingerprint" for these magnificent creatures. Astonishingly, thirty-five years later, in 2020, the same whale was photographed again off the coast of Los Cabos, Mexico. The comparison of the two images, separated by over three decades, confirmed the whale’s identity, allowing scientists to track its longevity and migration patterns. This incredible resighting is one of many within a large collection managed by groups like the Cascadia Research Collective, demonstrating the long life span of humpback whales and the effectiveness of non-invasive photo-identification as a core research technique. It serves as a powerful testament to the resilience of these animals and the crucial work being done to monitor their population recovery.

The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.

Miyamoto Musashi dikenal sebagai samurai terhebat dalam sejarah Jepang. Ia bukan hanya ahli strategi, tetapi juga penulis The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.


Musashi lahir sekitar tahun 1584 di Desa Miyamoto. Jejak masa kecilnya kabur dalam catatan sejarah, namun sumber-sumber menyebutkan ia berasal dari keluarga samurai. Ayahnya, Shinmen Munisai, dikenal sebagai ahli bela diri.
Dari dialah Musashi muda belajar dasar penggunaan pedang, meski keduanya tak memiliki hubungan yang dekat. Ketika Musashi masih kanak-kanak, ibunya wafat, dan ayahnya meninggalkan rumah.
Musashi kemudian diasuh di sebuah biara, mempelajari Zen Buddhisme, dan di sanalah ia menyerap ketenangan batin yang kelak menjadi inti gaya bertarungnya. Di usia 13 tahun, Musashi menantang seorang samurai dewasa dari aliran Shinto-ryu, Arima Kihei.
Kihei menganggap Musashi sebagai anak kecil yang tak layak diperhitungkan. Namun, penghinaan itu justru mengundang serangan mendadak, Musashi menghantam lawannya dengan tongkat kayu hingga pria itu tumbang dan meregang nyawa.
Tiga tahun kemudian, di usia 16 tahun, ia kembali memenangkan duel kedua. Pada 1600, ia terjun dalam Pertempuran Sekigahara, pertempuran besar yang menentukan arah Jepang. Musashi berada di pihak yang kalah, membuatnya berubah menjadi ronin, samurai tanpa tuan.
Alih-alih patah semangat, ia memilih jalan pengembaraan pertarungan, atau musha shugyō sebuah “ziarah prajurit” untuk mengasah kemampuan melalui duel di penjuru negeri.

Dinosaurus paling awal mungkin masih tersembunyi di Amazon.

Peneliti masih terus mencari fosil dinosaurus paling awal atau pertama. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti dari University College London (UCL) menunjukkan bahwa sisa-sisa dinosaurus paling awal mungkin masih tersembunyi di Amazon. Serta di wilayah khatulistiwa lainnya di Amerika Selatan dan Afrika.




Fosil dinosaurus tertua yang diketahui, berusia sekitar 230 juta tahun, telah ditemukan di lokasi-lokasi selatan. Seperti Brasil, Argentina, dan Zimbabwe. Namun, perbedaan di antara fosil-fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus telah berevolusi selama beberapa waktu. Hal ini menunjukkan bahwa asal-usul mereka mungkin mendahului penemuan ini jutaan tahun.
Diterbitkan dalam jurnal Current Biology, studi ini menganalisis celah dalam catatan fosil. Peneliti menyimpulkan bahwa dinosaurus pertama kemungkinan muncul di wilayah khatulistiwa yang panas di dalam superbenua Gondwana kuno. Wilayah ini sesuai dengan wilayah modern termasuk Amazon, Cekungan Kongo, dan Gurun Sahara.

Pemandangan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya menghebohkan sebuah kota besar semalam.

Sebuah pemandangan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya menghebohkan sebuah kota besar semalam. Ratusan warga melaporkan melihat objek melayang raksasa berbentuk lingkaran, dengan deretan cahaya putih berputar sempurna, menggantung diam di langit seperti sedang memantau aktivitas di bawahnya.


Video dan foto yang direkam oleh saksi mata memperlihatkan objek tersebut muncul dari balik awan sebelum menetap di satu titik selama beberapa menit. Banyak warga yang mengaku merasakan getaran halus di udara saat cahaya-cahaya pada objek itu mulai berkedip secara ritmis, seolah mengirimkan sinyal.
“Bentuknya terlalu besar dan terlalu teratur untuk jadi drone atau pesawat,” ujar seorang saksi yang berhasil merekamnya dari balkon apartemen lantai 25. “Saya tidak pernah melihat langit seperti itu seumur hidup.”
Tak butuh waktu lama sebelum media sosial meledak. Hashtag terkait UFO itu langsung menjadi trending, dengan ribuan orang berbagi rekaman dan teori mengenai fenomena ini. Sementara itu, sekelompok ilmuwan dari pusat observasi lokal dikabarkan telah melakukan investigasi darurat, mengumpulkan data dan mempelajari pola cahaya misterius dari objek tersebut.
Beberapa ahli berspekulasi bahwa formasi cahaya pada UFO tersebut tampak seperti struktur teknologi yang belum pernah terlihat sebelumnya, memicu diskusi besar-besaran mengenai kemungkinan interaksi pertama dengan peradaban luar angkasa.
Warga kota kini masih berjaga-jaga, sementara ramai pemburu fenomena langit mulai berdatangan ke lokasi untuk melihat apakah objek misterius itu akan kembali muncul malam ini.

Menelantarkan wanita tua - legenda kelam merayap di tanah Jepang

Dahulu kala, legenda kelam merayap di tanah Jepang, menceritakan praktik kuno bernama ubasute—secara harfiah berarti "menelantarkan wanita tua."


Kisah-kisah rakyat ini menggambarkan skenario ekstrem: kerabat yang sakit atau lansia dibawa ke tempat terpencil, seperti gunung atau hutan, lalu ditinggalkan untuk menghadapi ajal.
Meskipun fungsi utama dongeng seperti Ubasuteyama adalah untuk menginspirasi bakti anak (filial piety) dan mencegah penelantaran, legenda tersebut kini mengambil bentuk baru yang mengkhawatirkan.
Praktik yang dianggap terbatas pada ranah cerita rakyat ini disinyalir sedang "dihidupkan kembali" di tengah tantangan demografi dan ekonomi modern Jepang.
Hari ini, krisis "bom waktu demografi" Jepang telah menciptakan lingkungan yang memaksa cerita lama menjadi realitas baru. Ketika ekonomi negara telah menyusut selama sebagian besar dekade terakhir, jumlah warga senior yang mencapai usia 80-an, 90-an, dan bahkan 100-an tahun terus meningkat.
Sayangnya, seperti dilansir laman Business Insider, generasi muda mengalami stagnasi dalam memiliki anak. Akibatnya, ada lebih sedikit orang yang dapat menopang sistem jaminan sosial, menjaga tenaga kerja tetap penuh, dan yang paling penting, merawat lansia.
Sejak tahun 2011, indikator suram menunjukkan popok dewasa bahkan telah mengungguli penjualan popok bayi. Tren mengerikan ini, di mana lansia menyumbang 26,7% dari 127,11 juta penduduk Jepang pada tahun 2016, mendorong banyak keluarga ke ambang batas daya dukung.
Dalam kondisi seperti itu, bagaimana sebuah praktik kuno yang menyerupai senicide (pembunuhan orang tua) dapat menemukan jalannya kembali ke masyarakat abad ke-21?