Search

Jumat, 28 November 2025

The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.

Miyamoto Musashi dikenal sebagai samurai terhebat dalam sejarah Jepang. Ia bukan hanya ahli strategi, tetapi juga penulis The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.


Musashi lahir sekitar tahun 1584 di Desa Miyamoto. Jejak masa kecilnya kabur dalam catatan sejarah, namun sumber-sumber menyebutkan ia berasal dari keluarga samurai. Ayahnya, Shinmen Munisai, dikenal sebagai ahli bela diri.
Dari dialah Musashi muda belajar dasar penggunaan pedang, meski keduanya tak memiliki hubungan yang dekat. Ketika Musashi masih kanak-kanak, ibunya wafat, dan ayahnya meninggalkan rumah.
Musashi kemudian diasuh di sebuah biara, mempelajari Zen Buddhisme, dan di sanalah ia menyerap ketenangan batin yang kelak menjadi inti gaya bertarungnya. Di usia 13 tahun, Musashi menantang seorang samurai dewasa dari aliran Shinto-ryu, Arima Kihei.
Kihei menganggap Musashi sebagai anak kecil yang tak layak diperhitungkan. Namun, penghinaan itu justru mengundang serangan mendadak, Musashi menghantam lawannya dengan tongkat kayu hingga pria itu tumbang dan meregang nyawa.
Tiga tahun kemudian, di usia 16 tahun, ia kembali memenangkan duel kedua. Pada 1600, ia terjun dalam Pertempuran Sekigahara, pertempuran besar yang menentukan arah Jepang. Musashi berada di pihak yang kalah, membuatnya berubah menjadi ronin, samurai tanpa tuan.
Alih-alih patah semangat, ia memilih jalan pengembaraan pertarungan, atau musha shugyō sebuah “ziarah prajurit” untuk mengasah kemampuan melalui duel di penjuru negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar