Search

Jumat, 28 November 2025

Deep within the vast, blue canvas of the Pacific Ocean

Deep within the vast, blue canvas of the Pacific Ocean, an individual life history spanning decades was recently brought into sharp focus by a set of remarkable photographs.


The story begins in 1985 off the coast of Nayarit, Mexico, where a humpback whale was initially photographed by the Research Group of Marine Mammals. Researchers identified the whale as CRC-10724, utilizing the unique patterns of scars, pigmentation, and the shape of its tail fluke, which serves as an individual "fingerprint" for these magnificent creatures. Astonishingly, thirty-five years later, in 2020, the same whale was photographed again off the coast of Los Cabos, Mexico. The comparison of the two images, separated by over three decades, confirmed the whale’s identity, allowing scientists to track its longevity and migration patterns. This incredible resighting is one of many within a large collection managed by groups like the Cascadia Research Collective, demonstrating the long life span of humpback whales and the effectiveness of non-invasive photo-identification as a core research technique. It serves as a powerful testament to the resilience of these animals and the crucial work being done to monitor their population recovery.

The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.

Miyamoto Musashi dikenal sebagai samurai terhebat dalam sejarah Jepang. Ia bukan hanya ahli strategi, tetapi juga penulis The Book of Five Rings, karya klasik tentang filosofi bertarung dan seni membaca momentum dalam konflik.


Musashi lahir sekitar tahun 1584 di Desa Miyamoto. Jejak masa kecilnya kabur dalam catatan sejarah, namun sumber-sumber menyebutkan ia berasal dari keluarga samurai. Ayahnya, Shinmen Munisai, dikenal sebagai ahli bela diri.
Dari dialah Musashi muda belajar dasar penggunaan pedang, meski keduanya tak memiliki hubungan yang dekat. Ketika Musashi masih kanak-kanak, ibunya wafat, dan ayahnya meninggalkan rumah.
Musashi kemudian diasuh di sebuah biara, mempelajari Zen Buddhisme, dan di sanalah ia menyerap ketenangan batin yang kelak menjadi inti gaya bertarungnya. Di usia 13 tahun, Musashi menantang seorang samurai dewasa dari aliran Shinto-ryu, Arima Kihei.
Kihei menganggap Musashi sebagai anak kecil yang tak layak diperhitungkan. Namun, penghinaan itu justru mengundang serangan mendadak, Musashi menghantam lawannya dengan tongkat kayu hingga pria itu tumbang dan meregang nyawa.
Tiga tahun kemudian, di usia 16 tahun, ia kembali memenangkan duel kedua. Pada 1600, ia terjun dalam Pertempuran Sekigahara, pertempuran besar yang menentukan arah Jepang. Musashi berada di pihak yang kalah, membuatnya berubah menjadi ronin, samurai tanpa tuan.
Alih-alih patah semangat, ia memilih jalan pengembaraan pertarungan, atau musha shugyō sebuah “ziarah prajurit” untuk mengasah kemampuan melalui duel di penjuru negeri.

Dinosaurus paling awal mungkin masih tersembunyi di Amazon.

Peneliti masih terus mencari fosil dinosaurus paling awal atau pertama. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti dari University College London (UCL) menunjukkan bahwa sisa-sisa dinosaurus paling awal mungkin masih tersembunyi di Amazon. Serta di wilayah khatulistiwa lainnya di Amerika Selatan dan Afrika.




Fosil dinosaurus tertua yang diketahui, berusia sekitar 230 juta tahun, telah ditemukan di lokasi-lokasi selatan. Seperti Brasil, Argentina, dan Zimbabwe. Namun, perbedaan di antara fosil-fosil ini menunjukkan bahwa dinosaurus telah berevolusi selama beberapa waktu. Hal ini menunjukkan bahwa asal-usul mereka mungkin mendahului penemuan ini jutaan tahun.
Diterbitkan dalam jurnal Current Biology, studi ini menganalisis celah dalam catatan fosil. Peneliti menyimpulkan bahwa dinosaurus pertama kemungkinan muncul di wilayah khatulistiwa yang panas di dalam superbenua Gondwana kuno. Wilayah ini sesuai dengan wilayah modern termasuk Amazon, Cekungan Kongo, dan Gurun Sahara.