Malam itu di Mekkah, udara terasa sangat kering. Rio
bersembunyi di balik bukit berbatu, mengenakan Night-Vision Goggles yang telah
ia modifikasi. Di depannya, kaum Quraisy berdiri dengan angkuh, menantang Nabi
Muhammad SAW di bawah cahaya bulan purnama yang sangat terang.
"Rio, aktifkan perekam teleskopik," bisik Rio
pada arlojinya. "Kita akan merekam peristiwa yang secara ilmiah dianggap
kemustahilan massa."
Nabi Muhammad SAW berdiri dengan tenang, lalu mengangkat
jari telunjuknya ke arah bulan.
Kejadian Autentik: Tanpa suara ledakan, bulan itu seolah
teriris oleh garis cahaya vertikal. Bagian kanan dan kiri bulan menjauh,
masing-masing berada di atas bukit yang berbeda.
Analisis Detektif: Rio melihat ke layar monitor kecil di
lengannya. "Sinyal gravitasi stabil. Tidak ada gelombang seismik yang
menghancurkan Bumi. Ini bukan sekadar ilusi optik massal, karena sensor
Lidar-ku menangkap celah fisik di permukaan bulan sejauh ribuan
kilometer!"
Kaum Quraisy terdiam, wajah mereka pucat. Rio terpaku.
"Ini adalah manipulasi struktur atom benda langit dalam skala makro. Tidak
ada teknologi di abad 21 yang bisa menggeser benda seberat 7,34 \times 10^{22}
kg tanpa menghancurkan ekosistem Bumi. Tapi beliau melakukannya seperti
membelah buah zaitun."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar