Search

Jumat, 28 November 2025

Objek yang menakutkan dan tidak biasa dari dalam gua di Gunung Owen

Hampir tiga dekade lalu sekelompok arkeolog menemukan objek yang menakutkan dan tidak biasa dari dalam gua di Gunung Owen di Selandia Baru.


Dalam kondisi gua yang gelap, mereka bertanya-tanya apakah mata mereka tak salah lihat karena mereka tidak dapat memahami apa yang ada di hadapan mereka —cakar besar seperti dinosaurus dengan daging dan kulit bersisik yang masih utuh. Cakar itu sangat terawat sehingga tampaknya berasal dari sesuatu yang baru saja mati.
Tim arkeolog tersebut dengan bersemangat mengambil cakar itu dan membawanya untuk dianalisis. Hasilnya mencengangkan, cakar misterius itu ditemukan sebagai sisa mumi berusia 3.300 tahun dari moa dataran tinggi, seekor burung prasejarah besar yang telah punah berabad-abad sebelumnya.
Ancient Origins memaparkan, moa dataran tinggi (Megalapteryx didinus) merupakan jenis burung moa endemik Selandia Baru. Hasil analisis DNA yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa moa pertama muncul sekitar 18,5 juta tahun lalu dan setidaknya ada sepuluh spesies dari jenis mereka. Namun mereka telah lenyap “dalam kepunahan megafauna paling cepat akibat ulah manusia" yang terdokumentasikan saat ini.
Penemuan pertama moa terjadi pada tahun 1839 ketika John W. Harris, seorang pedagang rami dan penggemar sejarah alam, diberi tulang fosil yang tidak biasa oleh seorang anggota suku asli Māori. Anggota suku itu mengatakan bahwa dia menemukan tulang itu di tepi sungai.
Tulang itu kemudian dikirim ke Sir Richard Owen yang bekerja di Hunterian Museum di Royal College of Surgeons di London. Owen bingung dengan tulang itu. Selama empat tahun ia menganalisis tulang tersebut, tapi tidak cocok dengan tulang-tulang lain yang dia temukan.
Akhirnya, Owen sampai pada kesimpulan bahwa tulang itu milik burung raksasa yang sama sekali tidak pernah dikenali. Komunitas ilmiah mengolok-olok teori Owen, tetapi dia kemudian terbukti benar dengan penemuan banyak spesimen tulang yang memungkinkan rekonstruksi lengkap kerangka moa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar