Search

Senin, 12 Januari 2026

Mike Meaney: Pria yang Dikubur Hidup-Hidup Selama 61 Hari dan Lupa Memberi Tahu Istrinya



Mike Meaney berhasil bertahan hidup selama 61 hari dalam keadaan dikubur hidup-hidup. Namun, bagian paling menegangkan dari aksinya bukanlah kekurangan oksigen atau rasa kesepian di dalam tanah. Justru hal paling menakutkan adalah satu hal sederhana: ia lupa memberi tahu istrinya.

Kisah ini terjadi pada tahun 1968 di London. Saat itu, Mike Meaney bekerja sebagai seorang bartender. Ia memiliki ambisi besar: memecahkan rekor dunia dengan cara dikubur hidup-hidup selama mungkin.

Aksi ini sama sekali bukan keputusan spontan. Persiapannya sangat matang. Sebuah peti mati khusus dibuat untuknya, lengkap dengan sistem ventilasi udara dan alat buzzer dua arah agar ia bisa berkomunikasi dengan orang di atas tanah.

Ribuan orang berkumpul di sebuah halaman rumah di daerah Kilburn untuk menyaksikan Mike diturunkan ke dalam tanah sedalam sekitar dua meter. Dari dalam “kuburnya”, Mike tetap bisa makan melalui pipa makanan, berbincang dengan wartawan, bahkan menyanyi untuk menghibur para penonton.

Sementara itu, di tempat lain, istrinya, Alice, sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia hanya heran karena suaminya menghilang tanpa kabar.

Kebenaran terungkap bukan dari Mike, melainkan dari seorang wartawan yang datang ke rumah Alice dan bertanya,
“Apa pendapat Anda tentang suami Anda yang sedang dikubur hidup-hidup?”

Terkejut dan marah, Alice langsung pergi ke lokasi. Setibanya di sana, ia berteriak melalui pipa ventilasi ke arah peti mati suaminya,
“Kamu bodoh, Mike! Dari dulu kamu memang selalu bodoh!”

Meski demikian, Mike tetap melanjutkan aksinya hingga akhir. Ia bertahan penuh selama 61 hari di bawah tanah dan akhirnya berhasil mencetak rekor dunia.

Kisah Mike Meaney menjadi salah satu aksi paling ekstrem dan aneh dalam sejarah pemecahan rekor—sebuah perpaduan antara keberanian, kegilaan, dan kesalahan komunikasi yang nyaris berujung petaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar