Search

Senin, 26 Januari 2026

Malam Ketika Dunia Bergeser

 


Waktu berhenti.

Detektif Rio masuk ke koordinat sejarah yang tidak stabil. Alat pendeteksi anomali di tangannya terus bergetar—ini bukan perjalanan biasa.

Tahun Gajah. Makkah.

Belum sempat Rio menganalisis, data lonjakan energi muncul serentak dari berbagai belahan dunia:

  • Api suci Persia padam tanpa sebab.

  • Struktur kekaisaran Kisra runtuh sendiri.

  • Berhala-berhala Ka’bah kehilangan daya dan jatuh.

“Seolah… sistem dunia lama sedang dimatikan,” gumam Rio.

Di rumah Aminah, sensor Rio gagal membaca satu hal penting: bayi yang baru lahir itu tidak memiliki jejak gelap apa pun. Nol. Kosong. Tidak ada potensi destruktif, tidak ada ambisi kuasa.

Ini mustahil bagi manusia.

Tiba-tiba muncul entitas bercahaya yang tidak terdaftar dalam katalog makhluk waktu—bukan jin, bukan malaikat yang biasa Rio temui.

Mereka berdiri menjaga bayi itu.

Salah satu entitas mengirimkan pesan langsung ke kesadaran Rio:

“Ia tidak akan ditaklukkan oleh waktu.
Justru waktu yang akan tunduk padanya.”

Alarm berbunyi keras.

“PERISTIWA INI TIDAK BOLEH DIINTERVENSI.”

Rio sadar: sejarah tidak sedang berjalan…
sejarah sedang ditulis ulang.

Saat gerbang waktu menutup, satu catatan terakhir muncul di arsip investigasi Rio:

Subjek: Muhammad bin Abdullah
Status: Tidak dapat dianalisis
Ancaman: Tidak ada
Dampak: Perubahan total peradaban manusia

Rio menutup berkas itu perlahan.

Untuk pertama kalinya, ia tahu:

Ini bukan misteri untuk dipecahkan.
Ini adalah kebenaran yang harus dijaga.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar